HomePlatindo
Nokia asha-001
di jual hp nokia asha 302 masih mulus & komplit.
Harga 800rb,bisa nego
Hubungi saudara Ramlan
085813712648

Ray - Mata Malaikat.mp3
power of soul |ucapan selamat idul fitri yg benar | more |
| Ikon kota Tangerang |
» Ucapan Idul Fitri Yang Benar
(Sesuai Rasulullah)

Di Indonesia setiap hari Lebaran
(Idul Fitri) tiba semua orang
mengucapkan selamat dengan
bermacam-macam cara. Ada yang dengan pantun serius,
pantun plesetan, ungkapan yang
sangat puitis, dll. (Ini “pancingan” dari operator selular agar semua orang kirim SMS sehingga traffic SMS meningkat yang ujung-ujungnya pendapatan mereka juga meningkat atau memang murni ucapan dari seseorang kemudian di forward setelah diedit sedikit, biasanya nama dan keluarga. ucapanya sih sama persis). Nah, bagaimana yang dilakukan
Nabi? Hampir semua ucapan yang
beredar tidak ada riwayatnya
kepada Rasulullah kecuali ucapan: Taqabbalallahu minaa wa minka, yang maknanya, “Semoga Allah SWT
menerima amal kami dan
amal Anda.” Maksudnya menerima di sini adalah
menerima segala amal dan
ibadah kita di bulan Ramadhan. Berkata Al Hafidh Ibnu Hajar
[Fathul Bari 2/446] : “Dalam
“Al Mahamiliyat” dengan isnad
yang hasan dari Jubair bin Nufair,
ia berkata (yang artinya) : Para
sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bila bertemu pada hari
raya, maka berkata sebagian
mereka kepada yang lainnya :
Taqabbalallahu minnaa wa
minkum (Semoga Allah menerima
dari kami dan darimu)”. Ibnu Qudamah dalam “Al-
Mughni” (2/259) menyebutkan
bahwa Muhammad bin Ziyad
berkata : “Aku pernah bersama
Abu Umamah Al Bahili dan
selainnya dari kalangan sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Mereka bila kembali dari
shalat Id berkata sebagiannya
kepada sebagian yang lain :
Taqabbalallahu minnaa wa minka. Beberapa shahabat
menambahkan ucapan shiyamana wa shiyamakum , yang artinya puasaku dan puasa kalian. Jadi ucapan ini bukan dari Rasulullah, melainkan
dari para sahabat. Kemudian, untuk ucapan minal ‘aidin wal faizin itu sendiri adalah salah satu ungkapan yang
seringkali diucapkan pada hari
raya fithri. Sama sekali tidak
bersumber dari sunnah nabi,
melainkan merupakan ‘urf
(kebiasaan) yang ada di suatu masyarakat, dalam hal ini ya di
Indonesia saja. Sering kali kita salah kaprah
mengartikan ucapan tersebut,
karena biasanya diikuti dengan
“mohon maaf lahir dan batin”.
Jadi seolah-olah minal ‘aidin wal
faizin itu artinya mohon maaf lahir dan batin. Padahal arti
sesungguhnya bukan itu. Kata
minal aidin wal faizin itu
sebenarnya sebuah ungkapan
harapan atau doa. Tapi masih ada
penggalan yang terlewat. Seharusnya lafadz lengkapnya
adalah ja’alanallahu wa iyyakum minal aidin wal
faizin, artinya semoga Allah menjadikan kami dan anda
sebagai orang-orang yang
kembali dan beruntung
(menang). Sedangkan Makna Minal `Aidin
wal Faizin menurut Prof. Dr. M.
Quraish Shihab dari buku Lentera
Hati “Minal `aidin wal faizin,”
demikian harapan dan doa yang
kita ucapkan kepada sanak
keluarga dan handai tolan pada
Idul Fitri. Apakah yang dimaksud
dengan ucapan ini ? Sayang, kita tidak dapat merujuk kepada
Al-Quran untuk mengetahui apa
yang dimaksud dengan kata
`aidin, karena bentuk kata
tersebut tidak bisa kita temukan
di sana. Namun dari segi bahasa, minal `aidin berarti “(semoga
kita) termasuk orang-orang yang
kembali.” Kembali di sini adalah
kembali kepada fitrah, yakni
“asal kejadian”, atau
“kesucian”, atau “agama yang benar”. Setelah mengasah dan mengasuh
jiwa – yaitu berpuasa – selama
satu bulan, diharapkan setiap
Muslim dapat kembali ke asal
kejadiannya dengan menemukan
“jati dirinya”, yaitu kembali suci sebagai mana ketika ia baru
dilahirkan serta kembali
mengamalkan ajaran agama yang
benar. Ini semua menuntut
keserasian hubungan, karena –
menurut Rasulullah – al-aidin al- mu’amalah, yakni keserasian
dengan sesama manusia,
lingkungan, dan alam. Sementara itu, al-faizin diambil
dari kata fawz yang berarti
“keberuntungan” . Apakah
“keberuntungan” yang kita
harapkan itu Di sini kita dapat
merujuk pada Al-Quran, karena 29 kali kata tersebut, dalam
berbagai bentuknya, terulang.
Menarik juga untuk
diketengahkan bahwa Al-Quran
hanya sekali menggunakan
bentuk afuzu (saya beruntung). Itupun menggambarkan ucapan
orang-orang munafik yang
memahami “keberuntungan”
sebagai keberuntungan yang
bersifat material (baca QS 4:73) Bila kita telusuri Al-Quran yang
berhubungan dengan konteks dan
makna ayat-ayat yang
menggunakan kata fawz,
ditemukan bahwa seluruhnya
(kecuali QS 4:73) mengandung makna “pengampunan dan
keridhaan Tuhan serta
kebahagiaan surgawi.” Kalau
demikian halnya, wal faizin harus
dipahami dalam arti harapan dan
doa, yaitu semoga kita termasuk orang-orang yang memperoleh
ampunan dan ridha Allah SWT
sehingga kita semua
mendapatkan kenikmatan surga-
Nya. Salah satu syarat untuk
memperoleh anugerah tersebut
ditegaskan oleh Al-Quran dalam
surah An-Nur ayat 22, yang
menurut sejarah turunnya
berkaitan dengan kasus Abubakar r.a. dengan salah
seorang yang ikut
ambil bagian dalam menyebarkan
gosip terhadap putrinya sekaligus
istri Nabi, Aisyah. Begitu
marahnya Abubakar sehingga ia bersumpah untuk tidak
memaafkan dan tidak memberi
bantuan apapun kepadanya. Tuhan memberi petunjuk dalam
ayat tersebut: Hendaklah mereka
memaafkan dan berlapang dada.
Apakah kamu tidak ingin Allah
mengampunimu? Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS 24:22). Marilah kita saling berlapang
dada, mengulurkan tangan dan
saling mengucapkan minal `aidin
wal faizin. semoga kita dapat
kembali mendapatkan jati diri
kita semoga kita bersama memperoleh ampunan,
ridha, dan kenikmatan surgawi.
Amin.
(Dari berbagai sumber)

◄ Power of soul
Future Google PR for kampungbarujurumudi.wapsite.me - 0.00AntispamWahana Dunia Telekomunikasi Indonesia

sms admin
Loncat ke atas [ ↑ ]

© Kampung Baru 2013™

XtGem Forum catalog